Akhirnya pelaksanaan pemilukada atau pilkada kelar semua, dan telah menghasilkan tokoh baru yang akan memimpin Ponorogo kota reyog sampai lima tahun mendatang. Meski diakui atau tidak dari jaman dahulu yang namanya pemilihan pemimpin, mulai dari kepala desa sampai bupati pasti dan pasti terjadi yang namanya politik uang, entah itu karena budaya, kebiasaan atau mungkin sudah adat. banyak yang bilang bahwa politik uang adalah sebuah larangan dan tidak boleh dilakukan oleh setiap kandidat pemilihan, tapi apa mau dikata, meski sudah gembar-gembor sana-sini menyosialisasikan bahwa money politic adalah pelanggaran, ya tetap saja terjadi.
Ya sudahlah biarkan memang itu sudah mengakar, bahkan dikabarkan ada yang membakar surat undangan pemilihan karena tidak dapat uang jatah dari tim sukses kandidat. what ever, yang penting dapat pemimpin baru. Saya sendiri punya pengalaman menarik, ga’ tahu karena niat iseng atau mencoba membuat sebuah portal berita yang berisi tentang seluk beluk pilkada Ponorogo, karena tabungan masih, langsung saja saya belikan sebuah domain unik, ya saya bilang unik karena pas sekali dengan even pilkada ponorogo, yakni pilkadaponorogo.com.
Kemudian saya kelola sebisanya, meski beritanya saya mereferensi situs koran lokal, dan ternyata lumayan banyak yang mengunjunginya, entah itu karena salah masuk atau ada yang mereferensikan. bahkan ketika pas diadakan pencoblosan, pengunjung meningkat drastis sampai 3 ribuan lebih sehari, saya pikir wow kok keren kayak gini ya he..he.. padahal saat itu saya tidak memantau terus. dan ternyata kebanyakan para pengunjung hanya mencari informasi tentang hasil dari pilkada ponorogo. Meski hanya judul “hasil quick count pilkada ponorogo 2010” saja dan contennya tidak ada ternyata sudah cukup untuk menembak keyword.
Yang menarik lagi, yaitu banyak orang yang marah-marah, kenapa?, ya karena tidak ada informasi yang mereka cari. ya benar saja wong saya bukan pegawai KPUD Ponorogo haha… kata dalam hati “tanya saja sama KPUD Ponorogo, gitu aja kok repot, lagian situs tersebut bukan milik KPUD Ponorogo kok, mereka memang ga’ punya situs resmi kok”. Ada lagi yang marah-marah karena ada Asu disana, lagi-lagi saya jawab dalam hati, “loch itu kan situs saya, kenapa banyak yang sewot, terserah saya mau saya apakan, itukan hak preogratif saya sebagai pemilik, wong itu juga beli domainnya pakai uang-uang saya sendiri, dikelola sendiri ga’ ada yang bayar, iyakan?, he..he.. “
Continue reading »